Kisah Office Romance yang Hangat dalam Secangkir Kopi dan Pencakar Langit

Nisa Fatichasari
Kisah Office Romance yang Hangat dalam Secangkir Kopi dan Pencakar Langit

Resensi buku oleh Nisa Fatichasari

Judul Buku : Secangkir Kopi dan Pencakar Langit

Pengarang : Aqessa Aninda

Penerbit : Elex Media Komputindo

Tahun terbit : 2016

Secangkir Kopi dan Pencakar Langit (SKdPL), novel ini bercerita seputar kisah cinta Satrya, Athaya, dan Ghilman. Diceritakan Athaya sudah naksir duluan dengan Ghilman. Cuma sayangnya Ghilman sudah punya pacar. Sementara itu, Satrya yang jadi idola para cewek ternyata tertarik sama Athaya. Terlebih karena Athaya mirip sekali dengan Alisha, sahabat Satrya sejak kuliah yang sayangnya sudah menikah duluan sebelum Satrya sempat menyatakan perasaannya.Tak lama kemudian, Ghilman putus dengan pacarnya karena alasan yang benar benar nggak bisa bikin mereka balik lagi. Lalu, Ghilman dikenalin dengan cucu dari sahabat neneknya. Surprise! Ternyata Ghilman dikenalin dengan Athaya. Ternyata nenek Athaya dan nenek Ghilman merupakan teman baik. Bahkan keluarga Athaya juga masih ingat dengan Ghilman waktu masih kecil. Dari situlah, Ghilman mulai memberi perhatian lebih pada Athaya.

Di sisi lain, Satrya mulai dekat sama Athaya. Tapi kemudian, Athaya bingung dengan perasaannya sendiri. Terlebih ketika akhirnya masing-masing saling membuka perasaan. Jadi, siapa yang akhirnya dipilih sama Athaya? Buku ini memiliki konflik dan cerita yang ringan dan sangat mudah dinikmati kala mengisi waktu luang kamu. Novel Secangkir Kopi dan Pencakar Langit ini berlatar dunia kerja kantoran dan kota metropolitan dengan segala rutinitas dan keseharian masing-masing tokoh. Novel ini membuat pembacanya penasaran dengan apa yang akan terjadi pada Athaya dan kedua laki-laki itu. Karena ceritanya yang santai dan tidak kaku tentu akan membuat pembacanya baper dan senyum-senyum sendiri karena ulah Ghilman atau Satrya.

Buku Secangkir Kopi dan Pencakar Langit ini dituliskan dengan bahasa sederhana dan banyak menggunakan kata-kata sehari-hari termasuk kata-kata gaul. Hal ini membuat novel ini semakin relate dan dekat dengan cerita keseharian kita setiap harinya. Karena menggunakan bahasa gaul, buku ini juga dilengkapi dengan catatan kaki yang akan menjelaskan mengenai beberapa kata asing. Jadi kamu tidak perlu bingung dan repot untuk membuka browser. Untuk alurnya sendiri, buku ini tidak sama sekali mengandung alur paksaan atau sengaja dibuat-buat setiap kejadiannya. Ceritanya sangat mengalir dan berjalan dengan cepat sehingga sama sekali tidak membuat pembaca merasa bosan. Sisi romantis nya juga dibuat senatural mungkin jadi tidak terkesan berlebihan. Meski cerita mengenai kisah office romance sudah banyak namun cerita pada novel Secangkir Kopi dan Pencakar Langit tetap membuat greget dan penasaran dengan pilihan Athaya.

Untuk karakter dan tokohnya sendiri digambarkan tidak berlebihan dan sesuai dengan keadaan yang serealistis mungkin. Seperti Athaya yang digambarkan sebagai wanita yang kuat menghadapi keluarga dan juga pekerjaannya kemudian menjadi wanita yang realistis dan mandiri. Selain itu penggambaran Satrya dan Ghilman juga sangat pas yaitu sebagai laki-laki yang sudah matang dan siap untuk menjalin hubungan yang serius. Cover yang digunakan pada buku Secangkir Kopi dan Pencakar Langit juga sangat menarik yaitu ada secangkir kopi, tumpukan pekerjaan yang sangat menggambarkan isi cerita pada novel ini yang menceritakan mengenai kisah cinta yang hadir di lingkungan perkantoran dan pekerjaan. Novel ini sukses membuat saya nggak bisa berhenti membaca sampai habis. Meski sudah kerasa Athaya bakal jadian sama siapa pada akhirnya, tetap saja menarik untuk menamatkan halaman demi halamannya. Ada empat hal utama yang menarik dari novel ini. Pertama, soal cinta dan pernikahan. Ada banyak pesan yang jleb banget soal pernikahan. Athaya yang dianggap dewasa sudah saatnya untuk menemukan pasangan hidup. Tapi hati Athaya juga masih tak menentu.