Resensi buku oleh Annisa Maliha Al-Farouqi
Judul buku : The Coldest Boyfriend
Pengarang : Itsfiyawn
Penerbit : Best Media PT Melvana Media Indonesia
Tahun Terbit : 2016
Jumlah Halaman : 400
“The Coldest Boyfriend” merupakan sebuah karya novel bergenre fiksi remaja yang ditulis oleh Fiatuzzahro atau dikenal dengan username Itsfiyawn. Tentunya novel ini punya ciri khas novel dambaan yang mana tokohnya keren-keren. Poin pokoknya judulnya sesuai dengan isinya, tokohnya kuat, dan sesuai dengan keseharian anak muda pada umumnya bercerita tentang keluarga, pertemanan, cinta, sekolah, cafe. Penulisan buku novel ini menggunakan sudut pandang ganda dan bahasa keseharian remaja sehingga mudah dipahami dan ceritanya mengalir untuk kategori 400 halaman. Buku novel ini bercerita tentang Kenarya Hechira yang dipertemukan dengan Sena Putra Dirmaga secara tiba-tiba, dan Kena mengalami cinta pandangan pertama pada sosok lelaki dingin tersebut. Kena adalah ketua PMR dan gadis yang disukai oleh banyak lelaki, Sena adalah cowok dingin dan seorang anak mading bawahan Arin (teman sebangkunya Kena).
Selain bermusuhan dengan Vanya yang suka dengan Sena, Kena juga harus berjuang untuk mendapatkan Sena sekalian taruhan dengan Arin agar ketua mading itu makan durian. Sikap Sena ternyata bukan tanpa alasan. Dia belum memaafkan masa lalunya yang kehilangan mamanya dan sakit hati akan papanya yang saat kecil itu ia sibuk sendiri dengan pekerjaannya. Saking peliknya, bahkan walaupun Sena dan Kena sama-sama suka, keduanya terkena masalah yang lebih besar lagi, yang mengakibatkan Sena menyerah dan merasa tak pantas, dan Kena yang telah mengerti tetap mengejar Sena untuk kembali padanya. Cerita novel ini dari awal sudah seru, apalagi saat sudah menjelang konflik, akan tetapi ending disini tidak sesuai dengan harapan yang membuat napas pembaca naik turun. Dalam buku novel ini juga ditemukan beberapa salah kata atau typo, tetapi salah satu yang membuat novel ini menarik adalah ada beberapa kutipan spoiler per partnya. Saya suka dengan perilaku Sena yang merupakan cowok dingin tapi bisa menjadi periang saat bersama Kena.
Friendship atau lebih tepatnya couple date antara Sena dan Kena serta Rio dan Arin yang menceritakan kehidupan mereka sebagai anak remaja sangat relate mengingat masa-masa SMA. Masalah Sena tentang mental health juga bisa dikatakan membuat novel ini semakin ramai. Tetapi hal yang dilakukan Sena dalam menyakiti dirinya sendiri tentu tidak boleh dicontoh oleh siapapun. Intinya, novel The Coldest Boyfriend memberitahu bahwa tidak semua orang yang bersifat dingin itu benar-benar tidak tersentuh, bahkan Sena yang dingin itu memiliki sisi hangat yang ia lontarkan pada sahabatnya Rio ataupun pada pacarnya Kena. Sosok Sena yang dingin tidak benar-benar dingin, hanya saja Sena membutuhkan seseorang untuk merobohkan tembok es dihatinya seperti Kena. Novel The Coldest Boyfriend juga menceritakan pahit manis nya berjuang untuk mendapatkan cinta seperti memberikan motivasi tersendiri lewat beberapa adegan di setiap part nya. Selain itu, Itsfiyawn selaku penulis tidak hanya memberikan konflik lewat percintaan namun juga ada konflik keluarga yang dialami oleh keluarga Sena.