Marketing Mix Pada Media Sosial Instagram Dinuslib

Marketing Mix Pada Media Sosial Instagram Dinuslib

Teknologi informasi dan internet terus mengalami perkembangan mengikuti perkembangan masyarakat khususnya untuk memenuhi kebutuhan manusia yang kian hari terus berkembang. Dalam bidang komunikasi khususnya komunikasi massa atau dapat disebut sebagai media sosial, teknologi informasi yang mendukung kegiatan komunikasi di berbagai portal aplikasi media sosial terus berkembang dan kian beragam. Beberapa media sosial terus bermunculan dan kian beragam fungsi serta manfaatnya. Beberapa media sosial yang sedang banyak digunakan atau sedang banyak dibicarakan di masyarakat saat ini yakni TikTok, Instagram, Twitter, Facebook, dan sebagainnya.

Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak menggunakan media sosial sebagai salah satu media berkomunikasi dan media hiburan. Menurut riset yang dilakukan oleh data reportal pada Januari 2022 pengguna media sosial di Indonesia mengalami peningkatan mencapai 191,4 persen dari yang sebelumnya hanya 12,6 persen atau 21 juta penduduk Indoensia (Prastya, 2022). Media sosial instagram di Indonesia menjadi salah satu media sosial yang cukup banyak digunakan dan bahkan hampir keseluruhan masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial dan generasi Z yang memang dekat dengan perkembangan teknologi tersebut. Hal ini dibuktikan melalui data reportal dengan adanya peningkatan pengguna Instagram mencapai 99,15 juta orang (Prastya, 2022). Sedangkan menurut data yang diperoleh dari Good Stats Indonesia termasuk dalam urutan keempat negara dengan pengguna aktif instagram terbanyak setelah negara Brasil (Hasya, 2022). Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) merupakan salah satu perpustakaan perguruan tinggi yang menjawab tantangan adanya media sosial tersebut dengan menggunakan berbagai media sosial dalam mempromosikan dan berkomunikasi dengan pemustaka. Salah satu media sosial yang paling aktif digunakan dalam membagikan kegiatan di Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) adalah instagram. Instastory serta postingan gambar dan video adalah fitur yang sering dimanfaatkan Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) dalam melakukan promosi. Jika dianalisis lebih mendalam Teori unsur bauran promosi pada Instagram Dinuslib menurut Kotler (2001) dalam (Faisal & Rohmiyati, 2017) terdiri lima elemen yakni:

  1. Pemanfaatan Instagram sebagai Media Promosi dalam Periklanan

Di dalan dunia perpustakaan kegiatan promosi periklanan ini memiliki fungsi dan pengaruh yang baik tidak hanya terhadap citra perpustakaan tetapi juga pada minat kunjung pemustaka yang meningkat seiring dengan giatnya perpustakaan melakukan promosi melalui periklanan tersebut. Pada fungsi informing, hal mendasar yang perlu dipublikasi oleh pustakawan Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) adalah jam buka perpustakaan. Dengan mempublikasi jam buka ini sehingga pemustaka dapat mengetahui jam buka dari Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS).

2. Pemanfaatan Instagram Sebagai Promosi Penjualan Personal

Penjualan personal adalah tahap bauran promosi dimana perusahaan atau penjual mulai mengenali konsumen dengan cara menciptakan hubungan antara penjual dan konsumen. Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) memanfaatkan instagram sebagai media personal selling guna membentuk kerjasama yang baik dengan pihak eksternal atau pun dengan pihak internal perguruan tinggi. Contoh personal selling yakni Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) menyelenggarakan program vaksin booster gratis bersama Polda Jateng sebagai upaya penyelenggaran program vaksinasi yang berjalan dengan baik Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) ikut membantu dalam mempromosikan kegiatan tersebut melalui instagram. Konten yang dibagikan ini memang tidak terkait dengan kegiatan perpustakaan.

3. Pemanfaatan Instagram Sebagai Promosi Penjualan

Aktivitas pemasaran yang memberikan nilai tambah dari suatu produk untuk meningkatkan penjualan dan minat konsumen terhadap produk tersebut. Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) menggunakan instagram sebagai media dalam menyebarkan acara giveaway yang dapat diikuti seluruh pengikut. Giveaway ini secara tidak langsung meningkatkan kecintaan terhadap Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) karena untuk memenangkan giveaway tersebut followers diminta untuk membuat konten tentang Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS).

4. Hubungan Masyarakat

Upaya perpustakaan dalam mempengaruhi persepsi, opini, dan keyakinan suatu kelompok yang dalam hal ini adalah pengunjung perpustakaan atau pemustaka yakni dengan cara hubungan masyarakat. Selama ini masyarakat hanya mengetahui bahwa perpustakaan adalah tempat menyimpan buku tanpa perlu adanya standar yang harus dipenuhi oleh setiap perpustakaan baik dalam layanan, koleksi, ruangan, perabotan, dan lainnya. Namun pada kenyataannya perpustakaan perlu dilakukan akreditasi setiap 5 tahun sekali guna mengetahui kekurangan yang belum terpenuhi secara standar perpustakaan. Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) melakukan akreditasi setiap 5 tahun sekali guna memenuhi standarisasi perpustakaan yang ada di Indonesia dan mempublikasikan kegiatan akreditasi tersebut di instagram.

5. Promosi dalam Pemasaran Langsung

Pemasaran langsung ini dapat berupa komunikasi timbal balik antara pustakawan dengan pemustaka melalui media sosial instagram. Komunikasi dua arah melalui instastory merupakan salah satu fitur yang ditawarkan oleh instagram yang digunakan oleh Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) untuk mengetahui kebutuhan koleksi. Pustakawan bertanya terkait UKM apa saja yang followers dinuslib ikuti, setelah mengetahui beberapa UKM tersebut pustakawan memberi tanggapan melalui instastory dengan caption-caption yang lucu dan lebih santai.

Berdasarkan hasil analisis penggunaan instagram sebagai media promosi Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) dengan memperhatikkan teori bauran promosi dapat disimpulkan bahwa media sosial dapat digunakan sebagai media promosi perpustakaan yang lebih menjangkau masyarakat luas dengan biaya yang cukup murah, hasil yang menarik, dan menciptakan hubungan dengan berbagai pihak. Fitur-fitur instagram seperti postingan, instastory, dan lainnya dapat digunakan guna mendukung promosi Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) yang menarik menyeseuaikan dengan perkembangan teknologi khususnya di kalangan mahasiswa. (Hapsari)

Daftar Pustaka

Faisal, I. A., & Rohmiyati, Y. (2017). Analisis Pemanfaatan Media Instagram Sebagai. Repository Fakultas Ilmu Budaya Univ. Diponegoro, 6(4), 10.

Hasya, R. (2022). Seberapa Besar “The Power of Netizen Indonesia” di Instagram? Good Stats. https://goodstats.id/article/seberapa-besar-the-power-of-netizen-indonesia-di-instagram-ktfX4

Prastya, D. (2022). Jumlah Pengguna Media Sosial Indonesia Capai 191,4 Juta per 2022. suara.com. https://www.suara.com/tekno/2022/02/23/191809/jumlah-pengguna-media-sosial-indonesia-capai-1914-juta-per-2022

Electronic Book : Manufer dalam menarik minat baca generasi adiktif gawai

Electronic Book : Manufer dalam menarik minat baca generasi adiktif gawai

Indonesia termasuk dalam kategori negara berkembang. Maka dari itu, banyak hal yang telah di modernisasi, Termasuk dalam pendidikan. Di masa teknologi saat ini, semua orang bisa mengakses apapun, seperti video edukasi, audiobook, maupun buku elektronik yang sekarang biasa kita sebut dengan istilah E-book. Buku yang biasa kita kenal dengan benda yang berat dan repot untuk dibawa, kini telah dikemas mengikuti perkembangan teknologi saat ini dengan sangat praktis.

Kita dapat dengan mudah mengakses E-book di manapun dan kapanpun. Banyak website yang menyediakan E-book secara gratis maupun berbayar, mulai dari bahasa indonesia sampai ke bahasa inggris. E-book mulai menjadi trend di beberapa perpustakaan umum maupun perpustakaan universitas saat ini. Sekarang, mahasiswa dapat mengakses buku yang akan mereka baca hanya bermodalkan gawai dan internet. Buku yang disediakan pun sangat bervariasi, dari buku anak yang diperuntukkan untuk anak dibawah 12 tahun, buku yang berisi referensi mahasiswa, hingga buku tentang cara berwira-usaha.

E-book berhasil mengubah pandangan banyak orang tentang buku. Banyak orang yang sebelumnya memandang buku secara sebelah mata atau bahkan tidak pernah menyentuh buku sama sekali menjadi tertarik untuk membaca. Banyak bukti nyata yang menggambarkan seberapa efektifnya E-book untuk menjadi bahan edukasi maupun pengisi waktu luang, mulai dari guru yang memanfaatkan format E-book sebagai media pembelajaran, hingga para penulis yang dapat dengan mudah mempublikasi tulisan mereka.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh pustakawan untuk mendapatkan dan mengisi E-book ke dalam domain perpustakaan mereka. Mulai dari membeli, mendownload, hingga menerima sumbangan dari dosen. Buku-buku tersebut tidak akan rusak maupun kusam sampai kapanpun dan tetap akan bisa diakses oleh semua mahasiswa/i sebagai bahan referensi mereka. Beberapa perpustakaan juga memanfaatkan SLiMS dan FlipBook untuk mengelola E-book.

Buku yang sebelumnya dapat dengan mudah memenuhi tempat/ruangan dan dapat menjadi sangat berat, dapat dikelola hingga menjadi buku elektronik dengan cara yang relatif mudah. Buku lama yang kiranya akan memenuhi ruangan jika ditimbun dapat discan kembali untuk dijadikan format pdf, kemudian di-input ke domain perpustakaan untuk dimanfaatkan banyak orang kembali tanpa takut akan rusak.

Tentu saja, masih banyak kekurangan yang terdapat dalam e-book. Keharusan dalam memiliki gawai dan internet menjadi sisi negatif e-book yang paling mencolok. Bahkan, gawai yang dimiliki juga harus mempunyai spesifikasi tersendiri untuk dapat mengakses website E-book. Sisi negatif lainnya adalah semakin ketergantungan nya manusia terhadap gadget. Oleh karena itu, masih banyak orang yang memilih buku biasa daripada buku elektronik.