Electronic Book : Manufer dalam menarik minat baca generasi adiktif gawai

Indonesia termasuk dalam kategori negara berkembang. Maka dari itu, banyak hal yang telah di modernisasi, Termasuk dalam pendidikan. Di masa teknologi saat ini, semua orang bisa mengakses apapun, seperti video edukasi, audiobook, maupun buku elektronik yang sekarang biasa kita sebut dengan istilah E-book. Buku yang biasa kita kenal dengan benda yang berat dan repot untuk dibawa, kini telah dikemas mengikuti perkembangan teknologi saat ini dengan sangat praktis.

Kita dapat dengan mudah mengakses E-book di manapun dan kapanpun. Banyak website yang menyediakan E-book secara gratis maupun berbayar, mulai dari bahasa indonesia sampai ke bahasa inggris. E-book mulai menjadi trend di beberapa perpustakaan umum maupun perpustakaan universitas saat ini. Sekarang, mahasiswa dapat mengakses buku yang akan mereka baca hanya bermodalkan gawai dan internet. Buku yang disediakan pun sangat bervariasi, dari buku anak yang diperuntukkan untuk anak dibawah 12 tahun, buku yang berisi referensi mahasiswa, hingga buku tentang cara berwira-usaha.

E-book berhasil mengubah pandangan banyak orang tentang buku. Banyak orang yang sebelumnya memandang buku secara sebelah mata atau bahkan tidak pernah menyentuh buku sama sekali menjadi tertarik untuk membaca. Banyak bukti nyata yang menggambarkan seberapa efektifnya E-book untuk menjadi bahan edukasi maupun pengisi waktu luang, mulai dari guru yang memanfaatkan format E-book sebagai media pembelajaran, hingga para penulis yang dapat dengan mudah mempublikasi tulisan mereka.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh pustakawan untuk mendapatkan dan mengisi E-book ke dalam domain perpustakaan mereka. Mulai dari membeli, mendownload, hingga menerima sumbangan dari dosen. Buku-buku tersebut tidak akan rusak maupun kusam sampai kapanpun dan tetap akan bisa diakses oleh semua mahasiswa/i sebagai bahan referensi mereka. Beberapa perpustakaan juga memanfaatkan SLiMS dan FlipBook untuk mengelola E-book.

Buku yang sebelumnya dapat dengan mudah memenuhi tempat/ruangan dan dapat menjadi sangat berat, dapat dikelola hingga menjadi buku elektronik dengan cara yang relatif mudah. Buku lama yang kiranya akan memenuhi ruangan jika ditimbun dapat discan kembali untuk dijadikan format pdf, kemudian di-input ke domain perpustakaan untuk dimanfaatkan banyak orang kembali tanpa takut akan rusak.

Tentu saja, masih banyak kekurangan yang terdapat dalam e-book. Keharusan dalam memiliki gawai dan internet menjadi sisi negatif e-book yang paling mencolok. Bahkan, gawai yang dimiliki juga harus mempunyai spesifikasi tersendiri untuk dapat mengakses website E-book. Sisi negatif lainnya adalah semakin ketergantungan nya manusia terhadap gadget. Oleh karena itu, masih banyak orang yang memilih buku biasa daripada buku elektronik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.