INTERAKSI POST KONTEN AKUN TIKTOK @dinuslib SELAMA BULAN APRIL – JULI 2022

Perkembangan teknologi yang semakin cepat dan luas memiliki dampak yang positif bagi institusi pengetahuan seperti perpustakaan. Salah satu bentuk perkembangan teknologi dibuktikan dengan adanya media sosial. Pada masa pandemi Covid-19 saat ini dimana era digital semakin maju untuk melakukan kegiatan pemasaran, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial seperti TikTok. Berdasarkan laporan We Are Social, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlah itu telah meningkat 12,35% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 170 juta orang. Dari data periklanan ByteDance, jumlah pengguna TikTok di Indonesia yang berusia lebih dari 18 tahun mencapai 92,07 juta pada tahun 2022. Masifnya pengguna TikTok di berbagai negara termasuk di Indonesia sendiri, melahirkan peluang dan memunculkan potensi pemasaran. Hal ini dikarenakan TikTok memiliki fitur yang menarik dan juga basis data yang lengkap.

Oleh karena itu, promosi online dapat memberikan akses yang sangat luas dalam melakukan pemasaran layanan jasa perpustakaan dikarenakan setiap orang dari berbagai kalangan daerah dan mancanegara tidak terlepas dari internet. Promosi online ini sangatlah efektif untuk menjangkau pemustaka dan calon pemustaka. UPT Perpustakaan UDINUS atau biasa disebut dengan Dinuslib juga melakukan promosi atau branding perpustakaan melalui sosial media TikTok dengan username akun @dinuslib. Sejak kiriman video pertama pada 18 Januari 2022, hingga saat ini akun Dinuslib sudah memposting sebanyak 18 video. Dengan jumlah video tersebut, terdapat beberapa konten dengan interaksi post terbanyak selama 3 bulan terakhir (8 April-8 Juli 2022). Interaksi post di TikTok menandakan tingkat komunikasi dengan sesama pengguna TikTok pada tiap post videonya. Tingginya tingkat interaksi pada akun membuktikan bahwa akun berhasil menjangkau pengguna untuk memberikan reaksi, komentar dan membagikan video.

Dari 10 video yang diunggah 3 bulan terakhir, menggunakan online tool untuk menganalisis dan memantau sosial media yaitu Fanpage Karma, ada tiga video dengan interaksi post terbanyak yaitu:

  1. Post tanggal 22 Juni dengan konten hiburan yang menceritakan POV apabila meminta rekomendasi buku menarik ke pustakawan dan disertai tagar #Dinuslib #pustakawan #librarian #perpustakaan #books #library memiliki tingkat interaksi sebesar 40%.
  2. Post tanggal 4 Juli dengan konten hiburan yang menginformasikan 10 judul buku paling banyak dipinjam di Dinuslib dan disertai atgar  #library #udinus #perpustakaan #buku #fakultasekonomidanbisnis memiliki tingkat interaksi sebesar 20%.
  3. Post tanggal 10 Juni dengan konten hiburan yang mempromosikan series buku Percy Jackson yang dimiliki Dinuslib untuk dipinjam mengingat series tersebut akan difilmkan oleh Disney+ sebentar lagi. Konten ini memuat tagar  #library #udinus #perpustakaan #buku #fakultasekonomidanbisnis dan memiliki tingkat interaksi sebesar 13%.

Adanya ketiga video dengan interaksi terbanyak tersebut manandakan akun TikTok @dinuslib masih memiliki 33% konten yang dapat dijangkau interaksinya.

Sejalan dengan tujuan branding perpustakaan melalui media sosial untuk mempromosikan kegiatan, layanan dan koleksinya kepada pemustaka, UPT Perpustakaan UDINUS harus melakukan beberapa peningkatan lagi agar konten-konten videonya dapat memiliki tingkat interaksi yang tinggi dan secara merata dapat menjangkau banyak pengguna TikTok, khususnya sivitas akademik UDINUS dengan cara:

  1. Menganalisis jangkauan dari setiap video yang diunggah, penayangan, jam tayang yang paling efektif dan reaksi pengguna
  2. Mengunggah video secara rutin dan teratur berdasarkan analisis dari poin 1
  3. Melibatkan pemustaka dalam berbagai konten video agar pemustaka mengetahui informasi akun media sosial Dinuslib
  4. Menambah variasi konten yang informatif, promotif dan menghibur. (Fadilla)

Leave a Reply

Your email address will not be published.