Akreditasi : Proses Penguatan Mutu Perpustakaan

Jumlah perpustakaan yang ada di Indonesia totalnya 164.610. Semua perpustakaan tersebut diwajibkan untuk melakukan akreditasi sebagai bentuk penilaian kualitas secara berkelanjutan.

Dalam akreditasi terdapat beberapa indikator keberhasilan perpustakaan, yakni:

  1. Pengakuan masyarakat. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu kepuasan pemakai, prestasi dari lembaga dan pustakawan, serta adanya apresiasi dari masyarakat.
  2. Peningkatan kinerja perpustakaan. Peningkatannya bisa dilihat dari jumlah kunjungan. Semakin banyak pemustaka yang datang, artinya perpustakaan tersebut kualitasnya baik. Selain itu ada peningkatan transaksi peminjaman buku dan akses informasi baik manual maupun elektronik.
  3. Adanya konsistensi penyelenggaraan perpustakaan. Konsistensi penyelenggaraan artinya kegiatan perpustakaan berkembang, anggarannya berkembang, organisasinya berkembang, serta sumber dayanya juga berkembang.

Namun, yang perlu dipahami saat ini adalah kondisi perpustakaan yang jelas terjadi di Indonesia adalah banyaknya perpustakaan yang belum memenuhi standar. Banyak hal yang membuat perpustakaan-perpustakaan tersebut belum berani mengikuti kegiatan akreditasi. Salah satunya, perpustakaan tersebut takut mendapatkan nilai atau predikat C.

Perpustakaan Nasional RI mengharapkan semua perpustakaan untuk mengikuti akreditasi karena akreditasi merupakan proses untuk memberikan asesmen serta penguatan mutu untuk perpustakaan.

Beberapa poin yang perlu diperhatikan dari borang akreditasi yaitu :

  1. Gedung / ruang perpustakaan.

Banyak perpustakaan yang terkendala pada gedung / ruang perpustakaannya karena tidak semua perpustakaan bisa mendapatkan ruangan yang luas dan sesuai dengan ketetapan di borang dan sampai saat ini belum ada solusi mengenai hal tersebut.

2. Koleksi

Koleksi tidak harus berasal dari anggaran lembaga penaung perpustakaan. Banyak sumber untuk bisa mendapatkan koleksi selain dari pembelian mandiri, contohnya : hibah dan CSR.

3. Jurnal Internasional dan Jurnal Nasional Terakreditasi

Terdapat perbedaan pandangan dari setiap asesor terkait jenis jurnal (tercetak ataupun elektronik). Untuk mengatasinya, perpustakaan perlu mempersiapkan kedua jenis jurnal yakni jurnal tercetak dan elektronik.

4. Tenaga Perpustakaan

Banyak kompleksitas yang terjadi pada poin ini, namun untuk perpustakaan perguruan tinggi saat ini sudah sadar akan pentingnya pustakawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *