INTEGRITAS AKADEMIK

DEFINISI INTEGRITAS AKADEMIK

Integritas akademik adalah komitmen dan demonstrasi perilaku jujur ​​dan moral dalam lingkungan akademik. Integritas akademik sangat lekat di tingkat universitas karena berkaitan dengan memberikan kredit atau memberikan pengakuan kepada orang lain ketika menggunakan ide-ide mereka. Salah satu tujuan adanya akademik akademi adalah untuk menghindari adanya plagiarisme. Melanggar integritas akademik juga dikenal sebagai ‘pelanggaran akademik’. Apabila anggota akademika terbukti melanggar integritas akademik, ia akan dikenakan sanksi.

Integritas akademik adalah ‘harapan bahwa guru, siswa, peneliti, dan semua anggota akademika bertindak dengan: kejujuran, kepercayaan, keadilan, rasa hormat, dan tanggung jawab.’

https://academicintegrity.org/

Integritas akademik dalam tingkat universitas memuat hak cipta, plagiarisme dan etika dalam melakukan penelitian.

HAK CIPTA

Hak Cipta adalah jenis ‘hak kekayaan intelektual’ (HAKI) atau Intellectual Property Rights yang memberikan hak kepada pencipta karya asli untuk memutuskan siapa yang diizinkan untuk menyalin dan membagikan karya mereka dan bagaimana caranya. Ada banyak jenis karya yang memenuhi syarat untuk perlindungan hak cipta, misalnya buku, jurnal, korespondensi pribadi, perangkat lunak, musik, karya seni, diagram, database rekaman audio, film dan siaran.

Karya kreatif seperti buku, foto, musik, dan film semuanya dilindungi oleh hak cipta secara otomatis saat ditulis, direkam, atau disimpan. Hal ini memberikan hak kepada pemilik hak cipta untuk memutuskan apa yang dapat Anda lakukan dengan karya tersebut. Anda harus memastikan penggunaan karya hak cipta yang Anda gunakan adalah legal. Jika Anda menggunakan karya orang lain secara tidak adil dan tanpa izin, Anda dianggap melanggar hak cipta dan dapat dikenai sanksi hukum.

Aktivitas yang dilingdungi oleh hak cipta

Undang-undang hak cipta memberi pemilik hak cipta “hak eksklusif” tertentu. Ini berarti bahwa tidak ada orang lain yang dapat menggunakan karya hak cipta tersebut tanpa seizin penciptanya.

Semua aktivitas berikut ini didefinisikan dalam undang-undang hak cipta sebagai “tindakan terlarang” yang hanya berhak diotorisasi oleh pemilik hak cipta atau perwakilannya:

  • Penyalinan
  • Menerbitkan salinan untuk umum (yaitu menerbitkan dan mendistribusikan salinan fisik karya)
  • Menyewa atau meminjamkan
  • Pertunjukan di depan umum (yaitu menampilkan, memutar, atau menampilkan karya berhak cipta di ruang publik)
  • Berkomunikasi kepada publik melalui transmisi elektronik (yaitu siaran dan komunikasi online)
  • Mengadaptasi (misalnya membuat film adaptasi dari sebuah buku)

Lisensi Hak Cipta

Hak Cipta yang dianggap sebagai benda bergerak, haknya dapat beralih atau dialihkan, sesuai dengan Undang-Undang No 28 Tahun
2014 tentang Hak Cipta. Jika karya Anda memiliki hak cipta, Anda mungkin ingin orang lain menggunakannya sesuai dengan kondisi tertentu. Izin yang Anda berikan kepada orang lain akan datang dalam bentuk lisensi hak cipta atau mengikuti aturan UU Hak Cipta.

PLAGIARISME

Plagiarisme dan pelanggaran hak cipta merupakan kedua hal yang berbeda. Plagiarisme berarti menampilkan atau mengakui karya orang lain sebagai milik Anda. Sedangkan pelanggaran hak cipta berarti menyalin atau membagikan karya kreatif orang lain tanpa seizin pencipta. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Permendiknas) No. 17 Tahun 2010 Pencegahan dan Penangulangan Plagiasi di Perguruan Tinggi menyatakan bahwa:

“Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai”

UU tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk memberi sanksi moral dan hukum. 

Untuk menghindari plagiarisme, Anda dapat mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

Mengutip, mensitasi dan menuliskan referensi/rujukan

Mengutip, mensitasi dan menulis referensi/rujukan merupakan tiga hal yang harus Anda lakukan ketika mengambil ide atau informasi dari sumber seperti buku, jurnal, halaman web, film, atau materi lain dalam tulisan Anda. Ketika mengutip, Anda diharuskan memberikan sitasi dan menunjukkan dalam tulisan Anda darimana informasi itu berasal. Kenapa hal itu sangat perlu dilakukan? Mengutip dan menuliskan referensi dilakukan untuk mengakui karya orang lain sehingga terhindar dari plagiat dan tidak menjadi seorang plagiator.

Ada beberapa gaya dalam menuliskan kutipan, sitasi dan referensi. Misalnya ACM,ACS, APA,Chicago, Harvard, IEEE, MHRA, MLA, OSCOLA, RSC, Vancouver. Hal ini disesuaikan dengan masing-masing kebijakan fakultas menggunakan style yang mana, biasanya menggunakan APA Style atau Harvard.

Menggunakan referencing software

Saat ini telah muncul software yang dapat memudahkan kalian dalam menuliskan sitasi atau referensi (bibliografi) secara otomatis, misalnya Mendeley Reference Manager, Endnote, Zotero, BibTeX, Qiqqa, Readcube, maupun Refme.

Menggunakan turnitin

Melalui turnitin, Anda dapat mengidentifikasi adanya plagiarisme misalnya Turnitin. Alat ini dapat membantu seluruh anggota akademika khususnya mahasiswa untuk memastikan bahwa dokumen dan tugas direferensikan dengan benar serta untuk mengetahui seberapa besar tingkat similarity indexnya.

ETIKA PENELITIAN

Etika Penelitian adalah semua tentang integritas, transparansi dan kualitas dalam desain dan pelaksanaan penelitian.

Prinsip utama penelitian etis meliputi:

  • Partisipasi sukarela
  • Anonimitas dan kerahasiaan
  • Kemandirian dan ketidakberpihakan
  • Penyimpanan dan penanganan data yang tepat
  • kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab
  • Penghargaan HAM
  • Mengutamakan keselamatan

Referensi

International Center for Academic Integrity. Academic Integrity. https://academicintegrity.org/. Diakses pada 2 Agustus 2021

Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Panduan Anti Plagiarisme. lib.ugm.ac.id/ind/?page_id=327 . Diakses pada 2 Agustus 2021

Diadaptasi dari: Academic Skills (https://library.soton.ac.uk/sash)