Dinuslib Beauty Class Sebagai Pendukung Passion Pemustaka

Dinuslib Beauty Class Sebagai Pendukung Passion Pemustaka

Hari Jumat, tanggal 17 Juni 2022 Dinuslib mengadakan beauty class di ruang perpustakaan yang dihadiri oleh 15 mahasiswa Udinus. Beauty class yang diadakan selama 2 jam, pada pukul 13.00 sampai dengan 15.00 ini memberikan materi seputar kecantikan dan self love. Narasumber yang diundang benar-benar pakar di bidangnya, yakni beauty consultant di salah satu perusahaan beauty-care ternama.

Kecantikan merupakan salah satu subyek yang digemari oleh mahasiswa. Subyek tersebut sangat familier dengan Udinus karena salah satu branding Udinus adalah kampus penghasil influencer. Hal ini dibuktikan juga dengan tersedianya beasiswa untuk influencer. Udinus juga memiliki program studi Manajemen Perhotelan yang jelas tidak dapat lepas dari subyek kecantikan dan hospitality. Oleh karena itu, Dinuslib yang bersahabat dengan pemustaka, memutukan untuk mengadakan kegiatan belajar bersama narasumber yang terpercaya agar informasi yang didapat oleh mahasiswa benar-benar valid.

Beauty class berjalan dengan lancar. Ines Islimega (narasumber beauty class) dan Firda (asisten narasumber) berhasil membuat suasana menyenangkan untuk belajar bersama. Tidak hanya teori-teori tentang kecantikan yang disampaikan, pada Dinuslib Beauty Class ini Ines Islimega juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktekkan apa yang disampaikannya sehingga ilmunya terserap dengan maksimal. Acara berlangsung dengan interaktif. Tanya jawab seru terjadi antara Ines dengan peserta. Tak lupa beberapa doorprize diberikan untuk peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat. Di akhir acara, Ines memilih peserta yang berhasil mempraktekkan ilmu yang disampaikannya dengan sangat baik. Peserta yang berhasil menggunakan make up sesuai dengan karakter wajahnya. Peserta tampak sangat antusias mengikuti Dinuslib Beauty Class.

Dengan diadakannya beauty class, Dinuslib berhasil membuktikan bahwa perpustakaan perguruan tinggi  tidak hanya membantu pemustaka pada bidang akademiknya saja namun juga mendukung pemustaka untuk mengembangkan bakat dan passion mereka.

Harapan Pemustaka Untuk Dinuslib

Harapan Pemustaka Untuk Dinuslib

Pada artikel sebelumnya, kita sudah mengetahui alasan dibalik fakta bahwa terdapat 22% responden berpendapat bahwa Dinuslib tidak berdampak untuk pengembangan prestasinya. Hal tersebut tentu saja harus diimbangi dengan mengetahui harapan responden terhadap Dinuslib. Berikut harapan-harapan yang disampaikan oleh responden :

  1. Dinuslib dapat menambah fasilitas pada ruang fisiknya.

Fasilitas dapat berupa ruang atau gedung, sarana dan prasarana yang menunjang aktivitas di ruang fisik Dinuslib, contohnya adalah luas ruangan Dinuslib yang dirasa pemustaka kurang memadai dan AC yang kurang maksimal. Fasilitas-fasilitas tersebut jelas mempengaruhi kenyamanan ketika pemustaka menggunakan ruang fisik Dinuslib.

2. Dinuslib dapat memaksimalkan branding.

Diketahui dari kuesioner ternyata ada pemustaka potensial yang belum mengenal Dinuslib dengan baik. Mereka belum mengetahui apa saja yang Dinuslib punya dan dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu, pemustaka berharap agar Dinuslib dapat lebih menggencarkan branding.

3. Dinuslib menambah koleksi yang dimilikinya.

Pemustaka berharap koleksi Dinuslib semakin variatif atau banyak jenisnya. Sumber informasi tidak hanya berupa buku dan artikel jurnal, Dinuslib harus memahami dan dapat memenuhi kebutuhan akan jenis sumber informasi apa saja yang dapat digunakan oleh pemustaka.

4. Memaksimalkan website & repository yang dimiliki oleh Dinuslib.

Dinuslib sudah memiliki website & repository, hanya pemanfaatannya belum maksimal. Belum banyak pemustaka yang mengakses website Dinuslib padahal koleksi Dinuslib dapat dilihat dari website tersebut. Pemustaka berharap agar Dinuslib menggencarkan sosialisasi website dan memperbaiki repository.

5. Berperan aktif dalam memaksimalkan pembentukan budaya “Gemar Membaca”.

Pemustaka berharap agar Dinuslib mendukung program pemerintah yakni gerakan “Gemar Membaca” dengan membuat event atau kegiatan unik yang dapat merangsang minat membaca, minimal pemustaka Dinuslib sendiri.

6. Selalu up to date terhadap sumber informasi terbaru.
Dinuslib harus selalu mengikuti perkembangan zaman, baik dalam pengetahuan tentang informasi maupun sumbernya.

Harapan-harapan inilah yang Dinuslib gunakan untuk menyusun program kerja, baik jangka panjang, menengah, maupun jangka pendek agar apa yang Dinuslib lakukan selaras dengan kebutuhan dan keinginan pemustaka.

Alasan Dibalik 22% Jawaban “Tidak Berdampak”

Alasan Dibalik 22% Jawaban “Tidak Berdampak”

Melanjutkan artikel sebelumnya, pada kuesioner “Dampak Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro Terhadap Perkembangan Prestasi Mahasiswa” terdapat pertanyaan “Menurutmu pribadi, apakah Dinuslib memiliki dampak untuk prestasimu?”. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 78% responden menjawab ‘berdampak’ sedangkan 22% responden menjawab ‘tidak berdampak’. Ketika mendapatkan hasil tersebut, tentu saja Dinuslib harus mengetahui lebih dalam alasan responden menjawab ‘tidak berdampak’. Tujuannya adalah untuk melihat dan mencari hal-hal yang bisa dilakukan sehingga ke depannya jawaban ‘tidak berdampak’ ini prosentasenya semakin kecil.
Oleh karena itu, Dinuslib memberikan isian lanjutan yakni “Sebutkan alasannya”. Jawaban dari isian tersebut disimpulkan menjadi 4 poin. Berikut poin-poin alasan yang dimaksud :
1. Responden (mahasiswa) belum pernah mengunjungi atau mengakses Dinuslib.
2. Kurangnya arahan dan informasi tentang cara memanfaatkan Dinuslib.
3. Mahasiswa merasa lebih mudah mencari referensi dengan menggunakan Google Scholar.
4. Adanya anggapan dari dalam diri mahasiswa bahwa Dinuslib hanya dimanfaatkan oleh mahasiswa semester akhir saat mengerjakan Tugas Akhir.
Dengan diketahuinya alasan-alasan tersebut, Dinuslib dapat membuat program kerja yang tepat sebagai solusinya.

Dampak Dinuslib untuk Pemustaka

Dampak Dinuslib untuk Pemustaka

Karena ingin mengetahui apakah Dinuslib bermanfaat untuk pemustaka, Dinuslib melakukan survey singkat menggunakan google form. Link google form dibagikan melalui Instagram Dinuslib. Untuk menarik pemustaka agar mengisi survey, Dinuslib menyediakan hadiah bagi pemustaka yang beruntung. Sebanyak 496 pemustaka mengisi survey yang Dinuslib buat. 496 pemustaka tersebut semuanya mahasiswa Udinus. 62,2% mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, 16,3% mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis, 10,6% mahasiswa Fakultas Kesehatan, 5,4% mahasiswa Fakultas Teknik, 4,2% mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, dan 1% mahasiswa pascasarjana.

94,2% pemustaka mengaku pernah membuat karya ilmiah. Kebanyakan karya ilmiah yang dibuat adalah tugas akhir. 48,8% pemustaka membuat karya ilmiah tersebut menggunakan referensi dari sumber yang disediakan Dinuslib. Hal ini membuktikan bahwa fungsi utama Dinuslib sebagai penyedia sumber informasi benar-benar telah terlaksana. Pemustaka memanfaatkan sumber referensi yang disediakan oleh Dinuslib. Dari berbagai macam sumber referensi yang disediakan, 59,8% pemustaka memanfaatkan artikel jurnal yang dilanggan oleh Dinuslib, sedangkan 25,4% pemustaka memanfaatkan buku cetak. Sisanya memanfaatkan e-book dan tugas akhir yang didisplay oleh Dinuslib. 78% pemustaka mengaku, menurut pendapat pribadi mereka Dinuslib memiliki dampak untuk prestasi pemustaka. Walaupun sudah jelas terlihat dari hasil di atas tadi, yakni Dinuslib menyediakan sumber informasi yang dimanfaatkan oleh pemustaka untuk menunjang perkembangan prestasi mereka dalam bidang akademik. Selain dampaknya dalam penyediaan sumber informasi, pemustaka menyebutkan bahwa Dinuslib juga memiliki dampak dalam menambah wawasan, mendukung orisinalitas karya ilmiah, serta menyediakan tempat yang kondusif untuk belajar.